Thursday 18 December 2014 - 20:56

Berita dan EventBerita dan Event

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Thu, 18 Dec 2014 - 15:58

    ol Pluit - Priok - Sunter LANCAR, Cp.Putih - Rawamangun PADAT, Rawamangun - Cawang LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 15:54

    Tol Cawang - Kb.Nanas PADAT, Kb.Nanas - Priok - Kemayoran LANCAR, Kemayoran - Gd.Panjang PADAT, Gd.Panjang - Pluit LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 14:12

    Keluar Gd.Panjang/Pasar Ikan/Glodok PADAT.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 14:09

    Keluar Ancol Timur / PRJ PADAT.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 14:05

    Pluit - Priok - Cawang kondisi lalin LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 14:04

    Tol Cawang - Jatinegara PADAT, Jatinegara - Priok - Kemayoran LANCAR, Kemayoran - Gd.Panjang PADAT, Gd.Panjang - Pluit LANCAR.(Fitri Senkom)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 05:34

    Tol Pluit – Jembatan Tiga – Kemayoran – Ancol – Priok - Cempaka Putih - Cawang arus lalin lancar. (senkom-@r)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 05:32

    Tol Priok - Ancol – Kemayoran – Gedong Panjang – Jembatan Tiga - Pluit arus lalin lancar. (senkom-@r)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 05:27

    Hati hati melintas, Truk gangguan di km.16 lajur kiri tol Ancol arah Priok, proses penanganan.(senkom-@r)

  • Thu, 18 Dec 2014 - 05:24

    Arus lalin tol Cawang arah Priok terpantau mulai ramai- LANCAR, tetaplah berhati hati.(senkom-@r)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Berita Terkini : Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T
Berita Terkini

Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T

Source : Investor Daily, Hal 6 Mon, 5 Mar 2012

Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T

Oleh Imam Mudzakir

~ JAKARTA - PT MTD CTP Expressway kembali menjajaki pembiayaan dari dua perbankan nasional, yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), untuk memulai pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing. Kebutuhan dana eksternal untuk proyek tol itu mencapai Rp 2,94 triliun.

Direktur Utama MTD CTP Ex-pressway Yusoff Merican mengatakan, pihaknya pada 2007 telah melakukan pembicaraan awal dengan kedua bank tersebut, bahkan kedua bank sudah berkomitmen untuk membiayai proyek jalan tol sepanjang 33,93 kilometer (km) tersebut. Namun ketika itu belum sampai pada tahap financial closed karena proses pembebasan lahan di lapangan tak kunjung tuntas.

"Kami sudah adakan pembicaraan awal dengan kedua bank tersebut. Kami akan lanjutkan perjanjian pembiayaan yang sudah ada. Jika nanti pembebasan lahan selesai 75%, kami akan lakukan financial closed Kami berharap perjanjian sindikasi bisa diteken akhir tahun ini," ungkap dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Yusoff, CIMB Niaga dan BII akan menjadi leader dalam sindikasi pembiayaan proyek tol tersebut. Dalam pembiayaan itu, nantinya akan disertakan perbankan lain dalam sindikasi itu, namun hingga kini MTD CTP Expressway selaku pemegang konsesi tol Cibitung-Cilincing belum tahu nama bank tersebut.

"Yang pasti, CIMB Niaga dan Bll siap membiayai 70% atau Rp 2,94 triliun dari kebutuhan investasi tol Cibitung-Cilincing yang mencapai Rp 4,2 triliun. Sisanya Rp 1,26 triliun dari ekuitas MTD CTP Expressway," ungkap dia.

Fakta Tol Cibitung-Cilincing

- Panjang : 33,93 km

- Nilai investasi : Rp 4,2 triliun

- Lalu lintas harian (LHR) : 26.885 kendaraan

- Masa konsesi : 40 tahun

- Tarif awal : Rp 1.323 per km pada 2014

Sumber: Diolah, Investor Dally

 

Yusoff mengugkapkan, pihaknya menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol ditargetkan dapat dituntaskan awal 2013 sehingga proses konstruksi dapat dimulai paling lambat pertengahan tahun depan. Dengan begitu, MTD CTP Expressway dapat mengejar target operasi pada 2014.

Pembangunan jalan tol ini sedianya dilakukan dalam empat seksi, yaitu seksi I Cibitung-SS Telaga Asih (2,65 km), seksi II SS Telaga Asih-SS Tembalang (9,72 km), seksi III SS Tembalang-SS Tarumajaya (14,29 km), dan seksi V SS Tarumajaya-Cilincing (7,27 km).

Terganjal Administrasi

Data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebutkan, dari total kebutuhan lahan seluas 197,5 hektare (ha), belum ada satu bidang lahan pun yang sudah dibebaskan. Padahal penandata-nganan amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2011 lalu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Ghazali mengatakan, lambatnya proses pengadaan lahan proyek tol Cibitung-Cilincing terjadi lantaran terkendala masalah administrasi yang cukup panjang, di antaranya perpanjangan SP2LP dan pembentukan Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

"Proses administrasinya memang cukup panjang, hampir semua ruas tol begitu. Proses pembebasan lahannya memang baru dimulai dan waktunya pasti akan disesuaikan dengan jadwal operasi pada akhir 2014," ujarnya.

Pembebasan lahan untuk proyek tol Cibitung-Cilincing diperkirakan butuh dana Rp 288 miliar. Keberadaan jalan tol tersebut ditujukan sebagai akses langsung untuk mendukung arus barang dari kawasan industri Cibitung dan Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Yusoff mengungkapkan, pembebasan lahan baru dimulai Januari 2012. Saat ini masih sebatas tabap sosialisasi kepada masyarakat dan sampai saat ini belum ada pembayaran ganti rugi. Salah satu persoalan yang menyebabkan terhambatnya proses pengadaan lahan adalah lambatnya penerbitan perpanjangan Surat Permohonan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) maupun pemetaan kawasan untuk tanah yang akan dibebaskan.

"Sekarang perpanjangan dari SP2LP yang kami dapat 2007 sudah ada, kami harapkan proses pembayaran ganti rugi bisa segera dilakukan. Diharapkan UU Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang sudah terbit bisa mempercepat proses ini walaupun sekarang masih harus menunggu Perpres-nya," jelas Yusoff.