Monday 1 September 2014 - 07:27

Berita dan EventBerita dan Event

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Mon, 1 Sep 2014 - 13:55

    .Rawamangun - cawang - halim PADFAT.ada kecelakaan di samping GT Halim arah cikampek.(ba).

  • Mon, 1 Sep 2014 - 12:02

    Truk gangguan di km 6+200 tol Priok arah Cawang.SELESAI dibantu, jalur terbuka(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:55

    Tol Cempaka Putih arah Rawamangun PADAT, imbas Truk gangguan di km.6+200, masih penanganan.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:48

    hati hati melintas, Truk gangguan di km 6+200 lajur kiri tol Priok arah Cawang.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:41

    Tol_ Cililitan - Cawang PADAT, kepadatan arah Kb Nanas.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:37

    Tol_ Cawang - Cikunir - Cikarang - Dawuan - Cikampek LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:34

    Tol_CTC Kamal - Kapuk PADAT, kepadatan vol lalin. Tomang - Slipi PADAT, kepadatan keluar Slipi.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:30

    Keluar tol rawamangun LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:30

    Keluar tol rawamangun LANCAR.(senkom-@r)

  • Mon, 1 Sep 2014 - 11:23

    Hailai/Ancol - Gd.Panjang PADAT, dampak keluar Gd.Panjang tersendat.(Fitri Senkom)

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Berita Terkini : Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T
Berita Terkini

Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T

Source : Investor Daily, Hal 6 Mon, 5 Mar 2012

Dua Bank Biayai Tol Cibitung Rp 2,94 T

Oleh Imam Mudzakir

~ JAKARTA - PT MTD CTP Expressway kembali menjajaki pembiayaan dari dua perbankan nasional, yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), untuk memulai pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing. Kebutuhan dana eksternal untuk proyek tol itu mencapai Rp 2,94 triliun.

Direktur Utama MTD CTP Ex-pressway Yusoff Merican mengatakan, pihaknya pada 2007 telah melakukan pembicaraan awal dengan kedua bank tersebut, bahkan kedua bank sudah berkomitmen untuk membiayai proyek jalan tol sepanjang 33,93 kilometer (km) tersebut. Namun ketika itu belum sampai pada tahap financial closed karena proses pembebasan lahan di lapangan tak kunjung tuntas.

"Kami sudah adakan pembicaraan awal dengan kedua bank tersebut. Kami akan lanjutkan perjanjian pembiayaan yang sudah ada. Jika nanti pembebasan lahan selesai 75%, kami akan lakukan financial closed Kami berharap perjanjian sindikasi bisa diteken akhir tahun ini," ungkap dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Yusoff, CIMB Niaga dan BII akan menjadi leader dalam sindikasi pembiayaan proyek tol tersebut. Dalam pembiayaan itu, nantinya akan disertakan perbankan lain dalam sindikasi itu, namun hingga kini MTD CTP Expressway selaku pemegang konsesi tol Cibitung-Cilincing belum tahu nama bank tersebut.

"Yang pasti, CIMB Niaga dan Bll siap membiayai 70% atau Rp 2,94 triliun dari kebutuhan investasi tol Cibitung-Cilincing yang mencapai Rp 4,2 triliun. Sisanya Rp 1,26 triliun dari ekuitas MTD CTP Expressway," ungkap dia.

Fakta Tol Cibitung-Cilincing

- Panjang : 33,93 km

- Nilai investasi : Rp 4,2 triliun

- Lalu lintas harian (LHR) : 26.885 kendaraan

- Masa konsesi : 40 tahun

- Tarif awal : Rp 1.323 per km pada 2014

Sumber: Diolah, Investor Dally

 

Yusoff mengugkapkan, pihaknya menargetkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol ditargetkan dapat dituntaskan awal 2013 sehingga proses konstruksi dapat dimulai paling lambat pertengahan tahun depan. Dengan begitu, MTD CTP Expressway dapat mengejar target operasi pada 2014.

Pembangunan jalan tol ini sedianya dilakukan dalam empat seksi, yaitu seksi I Cibitung-SS Telaga Asih (2,65 km), seksi II SS Telaga Asih-SS Tembalang (9,72 km), seksi III SS Tembalang-SS Tarumajaya (14,29 km), dan seksi V SS Tarumajaya-Cilincing (7,27 km).

Terganjal Administrasi

Data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebutkan, dari total kebutuhan lahan seluas 197,5 hektare (ha), belum ada satu bidang lahan pun yang sudah dibebaskan. Padahal penandata-nganan amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2011 lalu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Gani Ghazali mengatakan, lambatnya proses pengadaan lahan proyek tol Cibitung-Cilincing terjadi lantaran terkendala masalah administrasi yang cukup panjang, di antaranya perpanjangan SP2LP dan pembentukan Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

"Proses administrasinya memang cukup panjang, hampir semua ruas tol begitu. Proses pembebasan lahannya memang baru dimulai dan waktunya pasti akan disesuaikan dengan jadwal operasi pada akhir 2014," ujarnya.

Pembebasan lahan untuk proyek tol Cibitung-Cilincing diperkirakan butuh dana Rp 288 miliar. Keberadaan jalan tol tersebut ditujukan sebagai akses langsung untuk mendukung arus barang dari kawasan industri Cibitung dan Cikarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Yusoff mengungkapkan, pembebasan lahan baru dimulai Januari 2012. Saat ini masih sebatas tabap sosialisasi kepada masyarakat dan sampai saat ini belum ada pembayaran ganti rugi. Salah satu persoalan yang menyebabkan terhambatnya proses pengadaan lahan adalah lambatnya penerbitan perpanjangan Surat Permohonan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) maupun pemetaan kawasan untuk tanah yang akan dibebaskan.

"Sekarang perpanjangan dari SP2LP yang kami dapat 2007 sudah ada, kami harapkan proses pembayaran ganti rugi bisa segera dilakukan. Diharapkan UU Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang sudah terbit bisa mempercepat proses ini walaupun sekarang masih harus menunggu Perpres-nya," jelas Yusoff.