PT Citra Waspphutowa
Meski telah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 29 Mei 2006, CW yang memenangi tender ICB (International Competitive Bidding) proyek jalan tol ruas Depok – Antasari sepanjang 21,5 km ternyata dihadapkan pada kenyataan stagnasi proyek selama lebih dari 5 tahun, akibat ketidakpastian biaya dan jadwal pengadaan tanah. Kini, seiring perbaikan regulasi, PPJT tersebut telah diamandemen pada 7 Juni 2011 dengan masa konsesi 40 tahun sejak diterbitkannya SPMK (Surat perintah Mulai Kerja) atau sampai dengan Maret 2053.
Jalan tol ruas Depok – Antasari memiliki nilai total investasi Rp 4,767 triliun. Pembangunannya dibagi dalam dua seksi. Pembangunan seksi I, ruas Antasari – Sawangan sepanjang 12 kilometer, dimulai pada awal 2013 dan ditargetkan sudah dapat beroperasi pada awal Juni 2014. Seksi II, ruas Sawangan – Bojeng Gede sepanjang 9,5 kilometer, pembangunan fisiknya direncanakan pada awal 2023 dan diharapkan mulai beroperasi pada 2024.
Komposisi saham CW dimiliki oleh CMNP sebesar 62,5%. Selebihnya milik tiga badan usaha milik negara, yaitu PT Hutama Karya, PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan Tbk. dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 12,5%.
Bagi CMNP,kelancaran pengusahaan jalan tol ruas Depok – Antasari merupakan fondasi yang kuat dalam menjaga keberlanjutan usaha, khususnya dalam core business jalan tol. Sebagai salah satu dari 8 (delapan) koridor jalan tol radial Jakarta, ruas Depok – Antasari juga akan berperan sebagai Jagorawi Kedua (Second Jagorawi), yang pada tahun 2025 diproyeksikan dapat memberi kontribusi pendapatan CW sepadan dengan pendapatan CMNP dari JIUT.











