Thursday 24 April 2014 - 22:47

Berita dan EventBerita dan Event

CMNP Call Center

Join our NewsletterJoin our Newsletter

Submit

UPDATE TRAFICUPDATE TRAFIC

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:46

    Truk dan bus gunakan lajur kiri.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:42

    .Warakas - ancol padat.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:41

    Semanggi - Cawang PADAT.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:39

    KM 14 arah cawang Truk B 9671 KX mogok seadng di bantu petugas derek.(ba)

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:36

    Pluit - tg priok - ancol - cawang lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 20:35

    .Cawang - tg priok - ancol - pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:41

    KM 23 + 000 arah pluit lancar.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:40

    .KM 23 + 000 arah pluit truk B 9127 TKT mengalami patah baut,sedang di tangani petugas.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:30

    Truk di KM 21 + 800 ancol arah priok sudah bisa melanjutka perjalanan.(ba).

  • Thu, 24 Apr 2014 - 19:28

    Cawang - Cililitan PADAT, kepadatan di pertemuan

STOCK EXCHANGESTOCK EXCHANGE

CMNP Stock

Berita Terkini : Investasi Jepang di Indonesia Tersandung Infrastruktur
Berita Terkini

Investasi Jepang di Indonesia Tersandung Infrastruktur

Source : Investor Daily, Hal. 1 Fri, 23 Jul 2010

Oleh Primus Dorimulu



TOKYO - Iklim investasi di Indonesia dinilai sudah cukup bagus, termasuk masalah kepastian hukum. Tapi, bagi para pemodal Jepang, persoalan utama adalah infrastruktur.

 

"Kami siap investasi di infrastruktur, khususnya pembangkit listrik, rel kereta, dan jalan tol," kata Teruo Asada, ketua Japan-Indonesia Economic Committee dan juga pengurus Keidanren, semacam Kadin Jepang, pada pertemuan dengan pers Indonesia di kantor Keidanren, Tokyo, Kamis, (22/7) .

 

Indonesia, kata Asada, merupakan negara penting bagi Jepang. Di level Asean, Indonesia juga menjadi negara paling penting. Selain hubungan dagang kedua negara yang terus meningkat dan investasi di sejumlah sektor cukup berkembang, Indonesia adalah pemasok gas terbesar bagi Jepang.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, dia mengakui, investasi Jepang ke Indonesia menurun akibat krisis ekonomi global yang juga memukul negeri itu. Tapi, niat untuk berinvestasi di Indonesia tetap besar, khususnya di bidang pembangkit listrik, tol, dan rel kereta.

 

"Kami ingin mengembangkan infrastruktur di Indonesia karena sektor inilah yang menjadi titik lemah iklim investasi di Indonesia selama ini," kata Asada yang juga presdir dan CEO Marubeni Corporation.

 

Dia menilai; banyak kemajuan yang dialami Indonesia di berbagai bidang, termasuk perbaikan penegakan hukum.

 

Pandangan Asada berbeda dengan pandangan para pemodal dari Eropa dan Amerika Serikat yang menilai birokrasi dan kepastian hukum masih menjadi masalah serius di Indonesia.

 

Berdasarkan hasil survei Doing Business 2010 yang diadakan IFC dan Bank Dunia, Indonesia berada di urutan 122 dari total 183 negara dalam hal kemudahan menjalankan bisnis. Namun, Indonesia tercatat berhasil melakukan beberapa perbaikan. Lamanya waktu perizinan terus dipangkas dari 105 hari menjadi 60 hari. Penilaian itu menyangkut 10 indikator, antara lain kemudahan membuka usaha, mendaftarkan properti, mengakses pinjaman, pembayaran pajak, dan kepatutan terhadap kontrak kerja.

 

Untuk memulai suatu bisnis di Indonesia membutuhkan sembilan prosedur, memakan waktu 60 hari, dengan biaya 26% dari pendapatan per kapita dan modal awal minimal 59,7% dari pendapatan per kapita. Ini artinya jauh lebih baik dari 2008 yang membutuhkan 11 prosedur dan 76 hari.

Untuk pendaftaran properti di Indonesia melalui enam prosedur butuh waktu 22 hari dengan biaya 10,7% dari nilai properti

 

Kernudahan untuk berbisnis di Indonesia masih kalah dibanding negara-negara Asean lainnya. Dalam laporan Bank Dunia tahun ini, Indonesia berada diperingkat 122, masih di bawah Singapura (1), Thailand (13), dan Malaysia (23) meski sudah di atas Filipina (144), Kamboja (145), dan Laos (167).

 

Di sisi lain, para pebisnis menilai, institusi rnerupakan faktor utama yang rnenentukan daya tarik investasi di suatu daerah. Turnpang tindih peraturan pusat dan daerah, tidak hanya mengharnbat arus barang dan jasa tetapi juga menciptakan iklim bisnis yang tidak sehat. Ini perlu dibenahi. Tiga hal utama yang diinginkan investor dan pengusaha, yakni penyederhanaan sistem dan perizinan, penurunan berbagai pungutan yang tumpang tindih, dan transparansi biaya perizinan.

 

Namun, Asada rnengingatkan, infrastruktur.merupakan prasyarat "bagi aktivitas investasi. Jika infrastruktur memadai, ekonomi Indonesia akan melaju lebih cepat.

 

Terlepas dari berbagai kekurangan itu, Asada mernuji pernulihan ekonorni Indonesia dua tahun terakhir yang cukup bagus. Setelah bertumbuh 6,1% pada 2008 dan 4,5% tahun lalu, ekonomi Indonesia diperkirakan bisa kernbali bertumbuh menembus 6% tahun ini.

 

Ia juga mernuji pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia yang cukup kencang, di antaranya Indonesia,



Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan India. "Jepang ingin bertumbuh bersama negara Asia lainnya," kata Asada.

 

Karena itu, Jepang akan terus menjalin kerjasama dengan Negara-negara di Asia. Pada 2009, ekonomi Jepang tumbuh 1,5%. Tapi; tahun ini, ia yakin, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 2%. "Saya tidak mewakili teman-teman pengusaha lain. Tapi, itu keyakinan saya," ujar Asada.

 

Selama pemerintahan SBY, Asada menilai ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja positif. Selain cukup kuat menahan krisis global, ada perbaikan nyata dalam kesejahteraan rakyat. Hal itu yang membuat daya beli masyarakat menjadi faktor pendorong laju pertumbuhan ekonomi.

 

Asada menambahkan, Jepang akan terus meningkatkan hubungan dengan Indonesia. Selain di bidang energi, elektronik, otomotif, infrastruktur, Jepang akan bekerja sama dengan Indonesia mengurangi emisi karbon lewat penggunaan energi ramah lingkungan. Jepang menargetkan pengurangan emisi karbon 15% pada 2015. Sedangkan Indonesia menargetkan pengurangan emisi 26% tahun 2013.

 

Di Jepang, gerakan pengurangan emisi C02 dan gaya hidup ramah lingkungan sudah tampak di mana-mana. Menurut pemantauan investor Daily, semakin banyak perusahaan dan rumah tangga yang menggunakan energi dari tenaga matahari dan tenaga angin sebagai sumber energi.

 

Mobil umum dan mobil pribadi menggunakan gas. Umumnya masyarakat menggunakan angkutan umum yang nyaman dan tepat waktu. Untuk jarak dekat, masyarakat menggunakan sepeda angin. Tidak banyak sepeda motor yang melintas di jalan.

 

Tingkatkan Hubungan

 

Dalam pertemuan dengan pers Jepang, mantan PM Jepang Yasuo Fukuda mengatakan, saat ini ada sekitar 2.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang. Jumlah ini masih kalah jauh dibanding mahasiswa dari RRT, Korsel, dan Taiwan. Dari 130.000 mahasiwa asing di Jepang, sebesar 100.000 berasal dari RRT.

 

Fukuda mengimbau pers Jepang dan Indonesia untuk ikut mendorong hubungan positif kedua pihak. la juga menilai Indonesia sangat penting bagi masa depan Jepang. Selain memiliki sumber daya alam yang kaya dan jumlah penduduk yang besar, kedua negara bisa bekerja sama dalam banyak hal.

 

Menurut Yasuo Kusano, pemred Jakarta Shimbun, banyak anak muda Indonesia tamatan sekolah Jepang ingin bekerja di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, meski secara umum banyak anak muda yang enggan ke luar negeri.

 

Saat ini, banyak perawat asal Indonesia yang bekerja di Jepang. Kebutuhan akan perawat Indonesia terus meningkat. Tapi, untuk bisa bekerja di Negeri Sakura dibutuhkan penguasaan bahasa Jepang. Umumnya calon perawat asal Indonesia gagal dalam soal bahasa.

 

Wakil Ketua Kadin Indonesia Rachmat Gobel menilai positif peningkatan tenaga kerja asal Indonesia di Jepang. Tapi, yang tidak kalah penting saat ini adalah kehadiran pekerja terampil asal Jepang di Indonesia untuk memberikan contoh. "Pekerja Jepang tidak hanya memiliki keahlian dan keterampilan yang sangat tinggi, tapi juga ethos kerja yang perlu dicontoh oleh pekerja Indonesia:' katanya.